Dema FTK UIN Alauddin dan Pengurus Nasional MASIKA ICMI Sambut Hari Pendidikan

Dema FTK UIN Alauddin Sambut Hari Pendidikan dengan Seminar Nasional Pendidikan Islam
Gedung UIN Alauddin Makassar (Koleksi Gowa Terkini)

Terkini.id, Gowa – Dewan Ekesekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin akan menggelar Seminar Nasional Pendidikan Islam dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Seminar yang dilaksanakan dengan kerjasama Pengurus Nasional Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) akan berlangsung di tengah wabah Covid-19, Sabtu 2 Mei 2020.

Salah satu narasumber yang akan menjadi pembicara adalah Dr. H. Marjuni, dekan FTK UIN Alauddin, Makassar.

Muhammad Adil Imam, Ketua Umum DEMA FTK menyatakan “pelaksanaan seminar ini sepenuhnya dalam bentuk daring,” demikian disampaikan Adil semasa wawancara dengan Gowa Terkini, Sabtu 1 Mei 2020.

Adapu pembicara lain diantaranya adalah Muhammad Arsyam, M.Pd., dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam DDI Kota Makassar.

Demikian pula, pembicara lainnya yaitu Ismail Suardi Wekke, Ph.D., wakil ketua umum Pengurus Nasional MASIKA ICMI, yang juga dosen di IAIN Sorong.

Pelaksanaan seminar nasional ini merupakan kerjasama antara DEMA FTK UIN Alauddin Makassar dengan STAI DDI Kota Makassar dan juga Pengurus Nasional MASIKA ICMI.

“Kebersamaan tiga lembaga ini untuk mewujudkan kegiatan, merupakan usaha untuk saling memperkuat, sehingga dilaksanakan secara Bersama,” kata Adil yang juga mahasiswa pendidikan bahasa Arab di UIN Alauddin Makassar.

“Prakarsa kegiatan merupakan ikhtiar untuk kembali melakukan refleksi Pendidikan nasional, terkhusus pendidikan Islam,” kata Ismail.

“Selama ini, kita selalu mempercakapkan bahwa Pendidikan Finladia merupakan Pendidikan yang terbaik. Bisajadi pendidikan pesantren sebagai bagian pendidikan Islam merupakan juga Pendidikan terbaik bagi kita,” tegas Ismail.

Adil berharap dalam perayaan Pendidikan juga terkait dengan sejarah. Tidak saja, sama dengan kelahiran Kihajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan.

“Di masa penjajahan, hanya orang kaya dan warga Belanda yang bisa menikmati Pendidikan. Kurang lebih sama dengan saat ini, hanya orang yang berpunya yang bisa menikmati bangku Pendidikan,” kata Adil.

Berita lainnya

Usai Dilantik, Wabup Gowa Langsung Ziarah ke Makam Orang Tuanya di Manuju

Ini Pesan Khusus Ibunda Untuk Bupati Gowa di Periode Kedua

Ini Program 100 Hari Pertama Bupati dan Wakil Bupati Gowa di Periode Kedua

Usai Dilantik, Adnan-Kio Ziarah ke Makam Ichsan Yasin Limpo

Forkompinda dan Jajaran Pemkab Gowa Saksikan Pelantikan Adnan-Kio Secara Virtual

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar