Pendidikan Islam sebagai Soko Guru Pendidikan Nasional Indonesia

Pendidikan Islam sebagai Soko Guru Pendidikan Nasional Indonesia
Gontor, Salah Satu Pesantren Tertua di Indonesia (Koleksi Gowa Terkini)

Terkini.id, Gowa – Esok, 2 Mei 2020 kita akan mensyukuri kembali Hari Pendidikan Nasional. Dua hal yang menjadi kesyukuran bahwa Pendidikan nasional kita mengalami ujian di tengah wabah Covid-19.

Kedua, ketika ini dilaksanakan masa sementara berada di bulan Ramadhan. Bagi umat Islam, bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa. Tidak saja karena bulan tersebut dimana Alquran diturunkan tetapi juga sebagai bulan muhasabah diri bagi umat Islam.

Dengan kesempatan bulan suci Ramadhan, hari Pendidikan Nasional, dan juga di tengah-tengah wabah Corona merupakan momentum untuk duduk sejenak kembali melihat bagaimana potret Pendidikan nasional kita.

Sebelum adanya sekolah-sekolah negeri yang didirikan oleh pemerintah, lebih awal telah berdiri Lembaga pendidikan Islam yang kita namakan dengan madrasah ataupun pesantren.

Dalam perkembangan berikutnya dinamakan dengan Sekolah Islam Terpadu, di semua jenjang pendidikan. Maka, wujudlah Sekolah dasar Islam Terpadu sampai Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu.

Baca juga:

Tipikal sekolah Islam terpadu ini wujud hampir di setiap jengkal tanah air Indonesia. Di daerah terdepan, seperti Waisai, Raja Ampat, juga berdiri sekolah Islam terpadu.

Begitu pula dengan madrasah, bahkan sampai di Misool, Raja Ampat dan juga wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Dimana Wamena hanya bisa dicapai dengan pesawat, sementara ini hanya kendaraan tertentu yang bisa menjalani rute Jayapura ke Wamena.

Madrasah-pesantren, menjadi pilar Pendidikan nasional. Dimana dengan kemampuan yang ada, belum semua wilayah Indonesia dapat dijangkau dengan Pendidikan yang disiapkan oleh pemerintah.

Umat Islam bersama dengan seluruh komponen bangsa bersinergi untuk mewujudkan usaha dalam mencapai tujuan berbangsa dan bernegara.

Bukankah tujuan Indonesia ini diproklamirkan dengan alasan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa?. Untuk itu, keberadaan pesantren dan madrasah sebagai bentuk lembaga pendidikan Islam menegaskan bahwa peran masyarakat Islam tidak dapat diabaikan dalam menyokong dan mempertahankan kelangsungan bangsa ini.

Akselerasi Pendidikan hanya dapat diwujudkan jikalau adanya kolaborasi semua komponen bangsa. Bagian utama dan pertama, tentu pemerintah.

Hanya saja selama ini, pemerintah dan parlemen kadang disilaukan oleh pendidikan luar negara. Padahal, Pendidikan Islam yang wujud sebelum Indonesia diproklamirkan juga tak kalah relevannya dengan keperluan masyarakat.

Senyampang dengan pendidikan nasional, saatnya untuk menjadikan Pendidikan Islam sebagai bagian utama dalam sistem pendidikan nasional kita.

Komentar

Rekomendasi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar