Diskusi Mengenai Pondok Pesantren di Tengah Wabah Pandemi Covid-19
Komentar

Diskusi Mengenai Pondok Pesantren di Tengah Wabah Pandemi Covid-19

Komentar

Terkini.id, Gowa – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kom. Tarbiyah dan Keguruan Cab. Gowa Raya bersama Majelis Sinergi Kalam Ikatan- Cendikiawan Muslim se-Indonesia (MASIKA-ICMI) gelar diskusi daring dengan mengusung tema “Pondok Pesantren di Tengah Wabah Pandemi Covid-19”.

Kegiatan ini dilangsungkan melalui via zoom dan Live Facebook HMI Tarbiyah UIN Alauddin Makassar pada pukul 13.30 – 15.00 Wita, Rabu, 22 Juli 2020.

Diskusi Daring ini menghadirkan dua pembicara yang mumpuni. Prof. Dr. Muh Qasim Mathar, Ma selaku Pengasuh Pondok Pesantren Matahari dan juga Drs. Samsu Niang, M.Pd. Anggota Komisi VIII DPR RI.

Qasim Mathar diawal diskusi menyebut Pesantren tidak ketinggalan dengan Informasi berkaitan dengan Wabah Pandemi Covid-19.

“Pesantren sudah tidak ketinggalan informasi seputar Pandemi karena mereka sudah memiliki tv”, ujarnya.

“Orang pesantren juga tidak terlalu khawatir dengan wabah Covid ini karena pesantren memiliki konsep tawakkal yang kokoh kepada Tuhan”, imbuh jebolan HMI ini.

Lebih lanjut Qasim Mathar mengharapkan agar Pemerintah lebih memaksimalkan bantuan kepada Pesantren menghadapi Covid-19.

“Ada ribuan pesantren di Indonesia tapi dana Covid belum tersentuh merata.

Harapan saya mudah-mudahan Pemerintah melalui gugus tugas lebih memperhatikan pondok pesantren”, harap dosen UIN Alauddin Makassar ini.

Sementara itu Anggota Komisi VIII DPR RI Drs. Samsu Niang, M.Pd. menyebut bahwa Pemerintah telah menggelontorkan dana Covid-19 untuk operasional pesantren.

“Pemerintah sudah mengucurkan dana 2,7 Triliun untuk semua pesantren seluruh Indonesia. Tahun 2021 Pemerintah juga akan melakukan bageting untuk peningkatan mutu pesantren”, ujarnya.

Pada Kesempatan ini Prof. Ismail Suwardi Wekke Pengurus Nasional MASIKA-ICMI yang juga selaku fasilitator kegiatan diskusi daring menyebut bahwa pesantren perlu mendapat perhatian Pemerintah.

“Pesantren merupakan institusi dimana tidak lagi mengelola pendidikan semata. Pesantren sudah berkembang menjadi bagian dari pengembangan bangsa, ketika mengembangkan pesantren, tentu saja merupakan pengembangan bangsa”, tutup Ismail yang juga Dosen IAIN Sorong.

Sementara itu Ketua Umum Komisariat Tarbiyah dan Keguruan Cabang Gowa Raya Al Fachmi Machmud ketika dihubungi melalui via-whatssapp selama diskusi berlangsung mengharapkan kedepannya pesantren harus menjadi lokomotif pendidikan yang terdepan.

“Saya berharap kedepannya sebagai Alumni Pondok Pesantren, Masyarakat lebih mengapresiasi keberadaan pondok pesantren. Pesantren mesti menjadi garda terdepan menampilkan institusi yang secara proporsional menghadapi permasalahan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 ini”, harap Fahmi Alumni Pesantren Al- Ikhlas Sulbar ini.