Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Apresiasi Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa yang Semakin Mandiri
Komentar

Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Apresiasi Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa yang Semakin Mandiri

Komentar

“Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa masih selalu eksis berkat semangat yang diberikan oleh Ketua Umum kamu untuk berkarya dan berkegiatan bukan hanya secara umum memberdayakan perempuan tetapi juga untuk melestarikan lembaga adat di Gowa khususnya dan Indonesia pada umumnya,”urainya.

Momen Halal Bihalal dan Milad ke-3 Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa ini kata Ery bukan hanya seremonial saja melainkan dapat dijadikan ajang silaturahmi dan saling kenal satu sama lainnya.

“Momen Halal Bihalal ini bukan hanya untuk saling memaafkan saja tetapi terpenting para orang Gowa dan keluarga kerjaan Gowa bisa bersilaturahmi dengan keluarga,”tuturnya.

Dalam sambutannya Ery juga mengutarakan sejarah terbentuknya Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa.

Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Apresiasi Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa yang Semakin Mandiri

Srikandi Balira ini dilatarbelakangi oleh beberapa catatan sejarah I Fatimah Daeng Takontu lahir dari buah pernikahan Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin dengan gadis bangsawan dari Sanrobone, I Daeng Talele.

Baca Juga

I Fatimah bersama pasukan perempuan asal Gowa yang disebut Pasukan Bainea membantu pertempuran di Banten dengan bersenjatakan Balira.

“Pasukan Bainea ini membantu pertempuran di Banten dengan bersenjatakan “Balira” yaitu sebilah kayu yang digunakan sebagai alat tenun dengan panjang kira-kira sekitar satu meter, yang terbuat dari pelepah pohon lontar. Sehingga Balira ini dipercaya sangat bertuah dan sangat ampuh meluluhkan kesaktian dan kekebalan seseorang,”urainya.

Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Apresiasi Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa yang Semakin Mandiri

Berdasarkan kisah kepahlawanan I Fatimah Daeng Takontu melawan penjajah dengan pasukan bainea bersenjatakan Balira inilah, lanjut Ery, mengatakan bahwa pada akhirnya menginspirasi Ketua umum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa, Ibu Andi Hikmawati Andi Kumala Idjo memberi nama untuk sebuah komunitas perempuan yang menghimpun keluarga besar raja-raja Gowa untuk tetap menjaga adat dan persaudaraan dengan nama “SRIKANDI BALIRA”.

Semoga dengan adanya komunitas perempuan ini di bawah naungan Lembaga Adat Kerajaan Gowa mampu mewarisi semangat kepahlawanan dan keberanian I FATIMA DG.TAKONTU KARAENG CAMPAGAYA untuk membela kebenaran,”imbuhnya.

Sedangkan Ketua Umum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa, Andi Hikmawati Andi Kumala Idjo berharap agar momen tersebut dijadikan untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan untuk melestarikan kebudayaan kita.

Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Apresiasi Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa yang Semakin Mandiri