Program Cetak Sawah Rakyat di Gowa Berpotensi Tambah Produksi Hingga 3.000 Ton

Program Cetak Sawah Rakyat di Gowa Berpotensi Tambah Produksi Hingga 3.000 Ton

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Gowa — Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Gowa diproyeksikan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi gabah nasional.

Melalui optimalisasi lahan baru, program ini diperkirakan mampu menambah produksi hingga 3.000 ton gabah kering panen (GKP) setiap musim tanam.

Program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam rangka memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di berbagai daerah potensial, termasuk di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, menjelaskan bahwa saat ini implementasi Program CSR di wilayahnya mencakup luasan sekitar 40 hektare yang tersebar di Kecamatan Pallangga dan Parangloe dengan melibatkan kelompok tani setempat.

“Dari luasan tersebut, ditargetkan mampu menghasilkan rata-rata 5 hingga 6 ton per hektare. Dengan demikian, potensi tambahan produksi dapat mencapai sekitar 2.500 hingga 3.000 ton gabah kering panen setiap musim tanam,” jelasnya.

Menurut Zubair, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum produktif menjadi sawah baru yang siap tanam.

Transformasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Program ini memberikan dampak ganda, yaitu peningkatan luas lahan sekaligus peningkatan produktivitas. Dengan dukungan yang tepat, petani dapat memperoleh hasil yang lebih optimal,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program CSR sangat ditentukan oleh dukungan sarana dan prasarana pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan) serta penggunaan benih unggul bersertifikat.

“Kami terus mendorong pemanfaatan alsintan seperti traktor dan pompa air, serta penyaluran benih unggul agar produktivitas tetap terjaga dan meningkat,” ujarnya.