Terkini, Gowa - Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa, Minggu (29/3), bukan hanya menjadi tempat penyampaian laporan tahunan pemerintah daerah.
Di ruangan itu, Pemerintah Kabupaten Gowa memaparkan gambaran perubahan kualitas hidup masyarakat melalui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang menunjukkan tren pembangunan daerah ke arah yang lebih baik.
LKPJ 2025 tidak hanya berisi angka dan realisasi program, tetapi juga menggambarkan dampak pembangunan yang mulai dirasakan masyarakat.
Sejumlah indikator makro daerah menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, hingga penurunan angka kemiskinan.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jumlah program yang dijalankan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Kami menempatkan dampak sebagai ukuran utama. Program harus hadir menjawab kebutuhan warga, baik dalam layanan dasar, peningkatan pendapatan, maupun perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran,” ujar Talenrang.
Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Selama tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Gowa memprioritaskan program yang langsung menyentuh masyarakat.
Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan layanan kesehatan, dukungan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan sektor pertanian.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi faktor utama membaiknya sejumlah indikator pembangunan daerah.
Data dalam LKPJ 2025 menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 73,01 menjadi 74,22.









