“Program Cetak Sawah Rakyat menjadi langkah konkret dalam mendukung swasembada pangan nasional. Kabupaten Gowa menjadi salah satu daerah penerima manfaat karena memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas padi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program CSR di Kabupaten Gowa saat ini mencakup puluhan hektare lahan yang tersebar di beberapa kecamatan, dengan target produktivitas rata-rata mencapai 5 hingga 6 ton per hektare setiap musim tanam.
Selain itu, dukungan sarana dan prasarana pertanian berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, pompa air, dan peralatan lainnya terus diperkuat guna meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan.
Di sisi lain, Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian RI, Dede Sulaiman, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan prioritas nasional yang difokuskan pada intensifikasi dan ekstensifikasi lahan.
“Program pertanian menjadi prioritas nasional dengan dua fokus utama, yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi melalui Program Cetak Sawah Rakyat serta optimasi lahan. Sulawesi Selatan, termasuk Gowa, merupakan wilayah potensial dalam mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah pusat terus mendorong optimalisasi lahan sawah yang sudah ada agar produktivitasnya semakin meningkat dan berkelanjutan.
“Kami berharap seluruh lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.
"Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Kabupaten Gowa," tandasnya.










