Dalam hal ini, ia menilai peran Kementerian Agama, khususnya para penyuluh agama, sangat strategis sebagai penyejuk di tengah masyarakat serta sebagai penuntun dalam membedakan informasi yang benar dan menyesatkan.
“Tidak semua yang beredar adalah kebenaran, tidak semua yang terdengar adalah fakta.
Di sinilah peran penting Kementerian Agama, khususnya para penyuluh agama, menjadi sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.
Bupati Husniah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengedepankan sikap tabayyun, menjaga lisan dan hati, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurutnya, masyarakat harus menjadi masyarakat yang kuat, tidak mudah dipecah oleh isu dan tidak mudah digoyahkan oleh kabar yang tidak berdasar, serta tetap berpegang pada nilai persatuan dan kepercayaan.
Kemenag Gowa Perkuat Silaturahmi dan Zona Integritas
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi seluruh jajaran Kemenag Gowa, termasuk pegawai, penyuluh agama, dan para guru di bawah naungan Kemenag.
Menurutnya, silaturahmi selalu membawa keberkahan dan menjadi penyambung kebaikan bagi seluruh pihak.
“Silaturahmi selalu membawa berkah dan menjadi penyambung kebaikan bagi kita semua. Dengan jumlah pegawai yang tidak sedikit, termasuk penyuluh dan guru, momentum ini menjadi kesempatan untuk saling bertemu dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Jamaris juga menyampaikan sejumlah capaian Kemenag Gowa, salah satunya kepercayaan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan untuk mewakili provinsi dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).










