Heriantono menambahkan, progres pembangunan saat ini masih berfokus pada tahap awal, dengan capaian pembebasan lahan sekitar 13 persen pada awal 2026, dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2028.
“Target konstruksi selesai pada 2028, dilanjutkan dengan proses penggenangan waduk. Progres lahan saat ini masih 13 persen dan akan diselesaikan secara bertahap hingga selesai,” ungkapnya.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, sehingga pembangunan Bendungan Jenelata benar-benar memberikan manfaat luas, berkelanjutan, serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Gowa sebagai daerah sumber.










