Al merupakan teknologi yang dirancang Untuk membuat sistem komputer mampu meniru kemampuan intelektual manusia.

Al hadir untuk meniru aktifitas normal yang dilakukan manusia, seperti mulai dari belajar. bernalar, pengambil keputusan, dan bahkan pengoreksian diri atau evaluasi.
"Program ini berhubungan dengan life skil di dalam forum GenRe yang dimana remaja memiliki kemampuan teknologi,"beber Mukrim.
Di samping itu, ia juga menjalankan program Tadabbur Alquran yakni mempelajari hukum tajwid.

"Jadi ini adalah sebuah istilah bacaan di dalam ayat-ayat Al-Our'an. Program ini berhubungan dengan Keterampilan spritual di dalam Forum Generasi Berencana (GenRe), bagaimana seseorang mempunyai kemampuan dalam beribadah atau mempelajari agamanya,"pungkasnya.
"Di dalam islam, kita wajib beribadah, mempelajari kitabnya, menjauhi larangannya, dan melaksanakan perintahnya. Oleh sebab itu, saya membuat program ini agar dapat bersama belajar Tadabbur Alquran,"sambungnya.

Alumni MIS Borongpalala ini berharap kedepannya akan melaksanakan sejumlah program seperti debat cara mengatasi pernikahan dini di era globalisasi. Ini sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi tentunya.

"GenRe menjadi motivator atau Pusat Informasi dan Konseling (PK-Remaja) program ini termasuk dimensi-dimensi penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja (PKBR). Karena sering menganggap dirinya telah dewasa dan sudah mendapatkan pekerjaan seperti YouTuber atau Tiktokers sehingga ia merasa bahwa ekonominya telah baik tetapi secara fisik, psikis, dan lainnya,"imbuhnya.
"Itu belum matang. Jadi, saya membuat program ini agar perwakiian yang ikut debat di setiap desa dapat menjadi motivator atau pemberi penguatan terhadap remaja di desanya masing-masing mengenai PKBR,"tegas Mukrim.
Sebagai informasi, pertengahan tahun 2022, Tian berhasil meraih Juara I dalam pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Tingkat Kota Salatiga.









